Kamis, 7 Mei 2026 Berita Terkini & Terpercaya
Cita Rasa EaroCita Rasa Earo
Cita Rasa Earo - Your source for the latest articles and insights
Beranda Uncategorized Masjid Perahu Palu Resmi Difungsikan Lagi
Uncategorized

Masjid Perahu Palu Resmi Difungsikan Lagi

Palu – Masjid Perahu Palu resmi difungsikan kembali pada Jumat (5/12/2025) di Kelurahan Lere, Kota Palu. Ustaz Abdul Somad bersama Ahmad Ali

Masjid Perahu Palu Resmi Difungsikan Lagi

Palu – Masjid Perahu Palu resmi difungsikan kembali pada Jumat (5/12/2025) di Kelurahan Lere, Kota Palu. Ustaz Abdul Somad bersama Ahmad Ali selaku donatur tunggal memimpin prosesi pengguntingan pita, sehingga masjid berbentuk perahu itu kini dapat digunakan masyarakat. Kehadiran Masigi Sakaya Datokarama ini menjadi ikon baru bagi warga Kota Palu, terutama karena masjid tersebut berdiri di lokasi bekas Masjid Al-Maidah yang hancur akibat bencana tsunami Teluk Palu pada 2018.

RRI.co.id - Ustad Abdul Somad Resmikan Masigi Sakaya Datokarama Palu

Ketua Yayasan Sahabat Masjid, Elfiana Hafid, menjelaskan bahwa pembangunan Masjid Perahu Palu membutuhkan proses panjang. Ia mengungkapkan bahwa bangunan masjid lama hanya tersisa lantainya setelah gelombang besar meratakan kawasan pesisir. Selain itu, masyarakat harus menunggu hingga tujuh tahun sebelum masjid tersebut akhirnya berdiri kembali. Dukungan warga, relawan, dan para dermawan kemudian mempercepat penyelesaian pembangunan.

Baca Juga: Edukasi kebencanaan Palu tingkatkan kesiapsiagaan warga menghadapi risiko bencana

Elfiana menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat sejak awal. Ia menilai semangat gotong royong masyarakat menjadi kunci berdirinya kembali masjid ini. Ia juga menekankan bahwa kehadiran donatur dan tokoh agama berperan besar dalam memperlancar proses pembangunan.

Nama Masigi Sakaya Datokarama dipilih untuk menghormati Datokarama, ulama pertama yang menyebarkan Islam di Lembah Palu. Selain itu, kata Sakaya atau “perahu” mencerminkan identitas masyarakat pesisir Kelurahan Lere yang mayoritas bekerja sebagai nelayan. Menurut Elfiana, simbol itu layak dihadirkan karena makam Datokarama juga berada di wilayah tersebut.

Baca Juga: Kesiapsiagaan Hidrometeorologi Palu: Wawali Imelda Pimpin Apel Antisipasi Cuaca Ekstrem

Ia berharap masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan spiritual dan sosial. Masjid direncanakan menjadi ruang edukasi untuk memperkuat karakter religius warga Lere. Selain itu, Elfiana ingin masjid ini menjadi titik awal peradaban baru bagi masyarakat pesisir. Ia pun kembali menyampaikan terima kasih kepada warga yang mewakafkan tanah dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan sejak awal.

Tags: Ketua Yayasan Sahabat Masjid Masigi Sakaya Datokarama Masjid Perahu Palu

Baca Juga: Seni Nusantara Kaya